PENGERTIAN
E BUSINESS
1. Fokus, yaitu : Produk-produk yang dijual di
internet harus menjadi bagian fokus dari masing-masing manajer produk.
2.Membuat
banner berupa teks, yaitu
:Berdasarkan hasil riset, banner iklan berbentuk teks lebih banyak dikunjungi.
3.Menciptakan
2 level afiliasi, yaitu :
Dapat membangun distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua.
Distributor utama mendapatkan komisi lebih besar, misalnya distributor utama
mendapat 15% dan supplier yang mengambil dari distributor utama akan mendapat
5-10%.
4.Memanfaatkan
kekuatan e-mail, yaitu
:Menggunakan e-mail sebagai media pemasaran. Dalam hal ini pemasaran melalu
e-mail atas persetujuan dari pihak pelanggan, bukan spamming.
5.Menulis
artikel, yaitu
:Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi.
6.Melakukan
e-marketing yaitu :Tim
pemasaran dalam suatu perusahaan harus mengetahui teknik-teknik pemasaran
secara online, jangan terlalu terpaku dengan memikirkan teknologinya.
7.,Melakukan
komunikasi secara instan yaitu :Komunikasi perusahaan dengan pelanggan
berlangsung secara cepat, jeda tidak terjadi terlalu lama. Ini dapat
meningkatkan kepercayaan pelanggan kepada perusahaan.
Jenis-Jenis E-business
E-bussines
adalah sutau kata yang mungkin bagi kita sudah tidak asing lagi, E-bussines
merupakan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan secara online atau dengan
memanfaatkan internet, kegiatan dalam e-bussines tidak saja terbatas pada
masalah transaksi penjualan dan pembelelian barang tetapi juga masalah-masalah
lain seperti pelayanan komsumen, kolega bisnis dan lain-lain. Dari sisi cakupan
inilah yang membedakan antara e-business dan e-comerce dimana e-comerce cakupanya
hanya terbatas pada masalah transaksi dan penjualan barang saja. Berikut adalah
jenis-jenis e-bussines yang biasa dilakukan :
- B2B, adalah bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara.
- B2C, dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah www.Amazon.com dan www.WSJ.com
- Business to Administrator, adalah sebuah kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi. Contoh situs yang menggunakan konsep ini adalah www.emagister.net
- Brokerage, adalah orang yang menyediakan pasar, brokerage memiliki peran dalam mempertemukan dan memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Brokerage sering memainkan peran dalam bisnis-to-business (B2B), business-to-konsumen (B2C), atau konsumen-ke-konsumen (C2C). Keuntungan didapat oleh brokerage dari komisi yang diberikan oleh pihak yang terlibat dalam transaksi baik itu penjual atau pembeli. Contoh situsnya seperti www.respond.com atau www.paypal.com
- Seller Driven Market, adalah jenis pasar penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi. Contoh situs yang mengaplikasikan pasar ini adalah www.lelangmurah.com
- Buyer Driven Market, adalah jenis pasar elektronik yang berlawanan dengan pasar Seller driven market. Dalam pasar ini bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih. Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan oleh penjual akan cenderung murah. Contoh situs yang cukup terkenal dengan konsep ini misalnya www.buyers-market.net
Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang dibahas dalam penulisan topik paper yang
berjudul “Penerapan E-Business pada PT. Bank Bukopin”, meliputi
beberapa hal diantaranya:
1.Analisis penerapan E-business pada beberapa proses
suatu sistem berdasarkan jenis fungsionalnya yaitu : Customer Relationship
Management (CRM), Supply Chain Management/ERP/Inventory, Sistem Penjualan
(E-Commerce), Production, Human Resources Management, Sistem Keuangan
(Finance), Sistem Distribusi, dan Sistem Core Banking
2. Usulan penerapan e-commerce yang
akan akan dilakukan pada masa akan datang
3.Analsisis Global Management dalam mengantisipasi persaingan
usaha bisnis yang ada.
Kisah Sukses Jeff Bezos - Pendiri Amazon.com
Jeff Bezos merupakan Pendiri
sekaligus CEO dari Amazon.com yang merupakan toko online terbesar
dan tersukses di dunia. Jeff Bezos dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1964 di
Albuquerque, Nex Mexico, AS, ketika ibunya, Jackie, masih remaja. Pernikahan
sang ibu dengan ayahnya hanya berlangsung tidak lebih dari 2 tahun. Jeff Bezos
kemudian menikah lagi ketika Bezos berusia 5 tahun. Ayah tiri Bezos, Miguel
Bezos, merupakan warga negara Kuba yang bermigrasi ke AS pada usia 15 tahun dan
bekerja sambil kuliah di Universitas Albuquerque. Setelah pernikahan itu,
mereka pindah ke Houston, Texas dan Miguel menjadi insinyur untuk Exxon. Pada
usia dini, Jeff telah menunjukkan bakat mekanik yang mencolok. Ketika balita,
Jeff Bezos berusaha membongkar tempat tidurnya dengan obeng. Selanjutnya, Jeff
Bezos mulai mendalami ketertarikannya pada dunia sains, seperti memasang alarm
listrik untuk menjaga adik-adiknya jika keluar dari kamar dan juga menjaga
privasinya. Setiap musim panas, Jeff Bezos juga sering menghabiskan waktunya
tinggal di peternakan kakeknya, dimana Jeff Bezos selalu memperbaiki kincir
angin dan traktor yang biasa digunakan dalam berternak.
Ketika memasuki bangku SMA
Jeff Bezos mengikuti program pelatihan sains di University of Florida yang
membuatnya menerima Silver Knight Award pada tahun 1982. Setelah lulus SMA,
Jeff Bezos berencana mendalami ilmu fisika dengan kuliah di Princeton
University yang dalam perjalanannya Jeff Bezos justru kembali tertarik dengan
komputer elektro dan akhirnya Jeff Bezos lulus dengan gelar di bidang Computer
Science and Electrical Engineering. Setelah lulus dari Pricenton, Jeff bekerja
di Wall Street dalam bidang ilmu komputer. Lalu ketika mendapatkan gelar
pascasarjana, Jeff Bezos bekerja membangun jaringan perdagangan internasional
untuk sebuah perusahaan yang dikenal dengan Fitel. Disinilah semangat
kewirausahaannya mulai muncul, tapi Jeff Bezos tidak tergesa-gesa untuk memulai
bisnisnya sendiri. Dua tahun kemudian, Jeff Bezos pindah ke Bankers Trust dan
bertanggungjawab untuk mengembangkan aplikasi software untuk nasabah dana
pensiun.
Inspirasi untuk bekerja mandiri selanjutnya datang ketika Jeff Bezos bekerja di sebuah perusahaan finansial DE Shaw Company dimana Jeff Bezos dipercaya oleh David Shaw, pendiri perusahaan tersebut, sebagai Senior Vice President. Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan Time, Shaw menggambarkan Jeff sebagai wirausahawan yang aneh. Wawancara yang dilakukan pada 27 Desember 2003 ini merupakan penghormatan Shaw atas langkah Jeff yang memutuskan untuk membangun dan mengoperasikan perusahaan sendiri di tahun 1994. Tahun 1995, Bezos mulai mendirikan Amazon.com sebagai toko buku online yang dijalankan dari garasi rumahnya di Seattle, Washington. Jeff Bezos sebelumnya telah melakukan penelitian dengan membuat daftar 20 perusahaan mail-order teratas dan mengamati bahwa tidak ada penerbit buku yang memiliki mail-order karena membuat katalog yang komprehensif akan memerlukan ribuan halaman dan akan memakan budjet besar jika melakukan penawaran lewat email.
Inspirasi untuk bekerja mandiri selanjutnya datang ketika Jeff Bezos bekerja di sebuah perusahaan finansial DE Shaw Company dimana Jeff Bezos dipercaya oleh David Shaw, pendiri perusahaan tersebut, sebagai Senior Vice President. Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan Time, Shaw menggambarkan Jeff sebagai wirausahawan yang aneh. Wawancara yang dilakukan pada 27 Desember 2003 ini merupakan penghormatan Shaw atas langkah Jeff yang memutuskan untuk membangun dan mengoperasikan perusahaan sendiri di tahun 1994. Tahun 1995, Bezos mulai mendirikan Amazon.com sebagai toko buku online yang dijalankan dari garasi rumahnya di Seattle, Washington. Jeff Bezos sebelumnya telah melakukan penelitian dengan membuat daftar 20 perusahaan mail-order teratas dan mengamati bahwa tidak ada penerbit buku yang memiliki mail-order karena membuat katalog yang komprehensif akan memerlukan ribuan halaman dan akan memakan budjet besar jika melakukan penawaran lewat email.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar